pelayanan informasi obat

 


ANUVA



DISCLAIMER: All information is must be confirmed before use. Vmedika.com make no claims of the accuracy of the information contained herein; and these suggested doses are not a substitute for clinical judgement. Neither VMedika.com Gateway nor any other party involved in the preparation or publication of this site shall be liable for any special, consequential, or exemplary damages resulting in whole or part from any user's use of or reliance upon this material.

Produsen:

Novartis Indonesia PT


Indikasi:

Terapi akut dan kronik untuk Artritis Reumatoid, osteoartritis, dan spondilitis ankilosa. Penatalaksanaan nyeri dan dismenore primer. Terapi jangka pendek untuk seregna migren akut, nyeri pasca operasi dan inflamasi sesudah operasi gigi dan ortopedi.


Komposisi:

Diclofenac Na.


Dosis:

Dewasa awal 100-500 mg/hr dalam 2-3 dosis terbagi. Penatalaksanaan nyeri dan OA dosis maks: 150 mg/hr. AR dosis maks: 225 mg/hr. Spondilitis anklosa dosis maks: 125 mg/hr. Migren awal 50 mg pada saat munculnya tanda tanda pertama serangan. Pada kasus dimana efek pereda nyeri dalam waktu 2 jam sesudah pemberian dosis pertama tidak optimal, dosis dapat diulangi. Dosis selanjutnya dapat diberikan tiap 4-6 jam, bila perlu. Dosis maks: 200 mg/hr.


Pemberian Obat:

Berikan sebelum makan. Larutkan tablet dalam segelas air sebelum diminum. Jangan dikunyah/dibagi.


Kontraindikasi:

Hipersensitivitas. Tukak lambung atau usus aktif, perdarahan atau perforasi lambung atau usus, gagal hati, ginjal dan jantung; asma, urtikaria atau aspirin terhadap aspirin atau OAINS lain, nyeri periop pada tindakan bedah pintas koroner (CABG).


Perhatian:

Kejadian trombotik Kardiovaskuler, hipertensi, gagal jantung kongestif, ada riwayat penyakit tukak atau perdarahan dan toksisitas saluran cerna sebelum terapi, gangguan fungsi ginjal, gagal jantung, gangguan fungsi hati, sedang menggunakan diuretik dan ACE inhibitor. Pantau fungsi ginjal dan hitung darah. Penggunaan bersama dengan OAINS sistemik termasuk penghambat COX-2; kelainan herediter yang jarang dari intoleransi fruktosa, malabsorpsi glukosa-galaktosa, atau insufisiensi sukrosa-isomaltase; kolitis ulseratif atau penyakit Crohn; gangguan fungsi hati; porfiria hepatik. Dapat mengganggu fertilitas pada wanita. Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Lanjut usia.


Efek Samping:

Sakit kepala, pusing, vertigo, mual, muntah, diare, dispepsia, nyeri perut, kembung, anoreksia, peningkatan transaminase, ruam kulit.


Interaksi Obat:

Peningkatan kadar litium dan digoksin dalam plasma. Diuretik atau obat antihipertensi (misalnya penyekat , ACE inhibitor). Dengan OAINS sistemik lain atau kortikosteroid akan meningkatkan frekuensi timbulnya efek pada saluran cerna yang tidak diinginkan. Dengan antikoagulan dan antipletelet akan meningkatkan resiko perdarahan. Dengan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) akan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna. Meningkatkan toksisitas metotreksat. Dapat meningkatkan nefrotoksisitas dari siklosporin. Antidiabetes, anti bakteri kuinolon, warfarin.


Kemasan dan Harga:

Tablet dispersibel 50 mg x 5 x 10.


Kategori Kehamilan:

C, D (pada trimester 3 atau menjelang persalinan. ( Lihat Detail )


Golongan Obat:

G- Obat Keras (Diperoleh dengan resep Dokter).


Statistik pencarian ANUVA


1. Total pencarian: 3
2. Lokasi pencarian terbanyak untuk anuva : Jakarta,Jakarta Raya,Indonesia