pelayanan informasi obat

 


DILANTIN



DISCLAIMER: All information is must be confirmed before use. Vmedika.com make no claims of the accuracy of the information contained herein; and these suggested doses are not a substitute for clinical judgement. Neither VMedika.com Gateway nor any other party involved in the preparation or publication of this site shall be liable for any special, consequential, or exemplary damages resulting in whole or part from any user's use of or reliance upon this material.

Produsen:

Pfizer Indonesia PT


Indikasi:

Mengendalikan kejang grand mal, pencegahan dan pengobatan kejang yang terjadi selama atau sesudah bedah saraf dan atau cedera kepala yang parah, migren, neuralgia trigeminal, psikosis tertentu, aritmia jantung, intoksikasi digitalis, pasca terapi infark miokard.


Komposisi:

Phenytoin Na.


Dosis:

Oral dewasa awal 100 mg 3 x/hr. Anak 5 mg/kgBB/hr terbagi dalam 2-3 dosis. Maks: 300 mg/hr. Injeksi Maks: 50 mg/mnt IV. Status epileptikus 10-15 mg/kgBB secara IV lambat (sekitar 20 mnt pada pasien pada pasien dengan BB 70 kg). Dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 100 mg per oral atau IV tiap 6-8 jam. Bedah saraf 100-200 mg IM tiap 4 jam dan pasca operasi. Aritmia Jantung 3.5-5 mg/kgBB, bila perlu ulangi pemberian dosis. Dosis harian total: 700-1000 mg.


Pemberian Obat:

Pada pasien yang mendapat makanan via pipa nasogastrik atau makanan enteral lainnya, jangan diberikan makanan dalam waktu 2 jam sebelum atau sesudah pemberian dosis obat. Pemberian obat harus konsisten dalam hubungannya dengan waktu makan selama terapi. Kapsul ditelan utuh, jangan mengubah dosis atau merek obat tanpa pertimbangan terlebih dahulu.


Kontraindikasi:


Perhatian:

Insufisiensi miokard berat, gangguan fungsi hati, porfiria. Hindari penghentian terapi secara mendadak. Hentikan pemberian jika pasien didiagnosis mengalami sindrom hipersensitivitas antikonvulsan. Efek muskuloskeletal.


Efek Samping:

Gangguan saluran cerna; ataksia, bicara tidak jelas; diplopia, nistagmus dan kekacauan mental disertai sakit kepala, pusing, hiperplasia gingiva, hirsutisme, hiperglikemia. Fraktur tulang dan osteomalasia dikaitkan dengan penggunaan jangka lama.


Interaksi Obat:

Amiodaron, simetidin, disulfiram, INH, metronidazol menghambat metabolisme fenitoin. Kadar fenitoin dalam plasma ditingkatkan oleh kloramfenikol, sikloserin, diltiazem etosuksimid, fluoksetin, fluvoksamin, mikonazol, nifedipin, trimetoprim, nelfinavir.


Kemasan dan Harga:

Kapsul 100 mg x 100 (Rp302,165). Amp 250 mg/5 mL x 10 (Rp757,700).


Kategori Kehamilan:

D ( Lihat Detail )


Golongan Obat:

G- Obat Keras (Diperoleh dengan resep Dokter).


Statistik pencarian DILANTIN


1. Total pencarian: 3
2. Lokasi pencarian terbanyak untuk dilantin: Surabaya,Jawa Timur,Indonesia