pelayanan informasi obat

 


EPREX



DISCLAIMER: All information is must be confirmed before use. Vmedika.com make no claims of the accuracy of the information contained herein; and these suggested doses are not a substitute for clinical judgement. Neither VMedika.com Gateway nor any other party involved in the preparation or publication of this site shall be liable for any special, consequential, or exemplary damages resulting in whole or part from any user's use of or reliance upon this material.

Produsen:

Janssen-Cilag


Indikasi:

Pengobatan anemia yang berhubungan dengan gagal ginjal kronik pada pasien anak & dewasa, insufisiensi ginjal, penurunan kebutuhan transfusi pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi, & gejala pada pasien yang terinfeksi HIV & diobati dengan zidovudin & pasien yang membutuhkan transfusi (ketergantungan transfusi).


Komposisi:

Rekombinan erythropoietin manusia.


Dosis:

Dewasa pasien hemodialisis (jika akses intra vena tersedia, pemberian secara Intra vena lebih dianjurkan) Fase koreksi: 50 iu/kgBB 3 x/minggu. Bila perlu, penyesuaian dosis dilakukan sebesar 25 iu/ kg BB 3 x/minggu dg interval sekurang-kurangnya 4 minggu sampai kadar Hb mencapai target (10-12 g/dL). Fase pemeliharaan: dosis bersifat individual. Dosis mingguan total yang dianjurkan: 75-300 iu/kgBB. Anak fase koreksi: Dosis dewasa. Fase pemeliharaan: BB > 30 kg 30-100 iu/kgBB 3 x/minggu, 10-30 kg 60-150 iu/kg BB 3 x/minggu, < 10 kg 75-150 iu/kg BB 3 x/hari. Pasien yang menjalani dialisis peritoneal (jika akses intra vena tidak tersedia, Eprex dapat diberikan secara subkutan) Fase koreksi: 50 iu/kg BB 3 x/hari. Bila perlu, penyesuaian dosis dpt dilakukan sebesar 25 iu/kg BB 3 x/minggu dengan interval sekurang-kurangnya 4 minggu sampai kadar Hb mencapai target (10-12 g/dL). Fase pemeliharaan: 14-33 iu/kg BB 3 x/minggu. Dosis maksimum tidak boleh melebihi 200 iu/kg BB 3 x/minggu. Pasien pra-dialisis (jika akses intra vena tidak tersedia, Eprex dapat diberikan secara subkutan) Fase koreksi: 50 iu/kg BB 3 x/minggu. Bila perlu, penyesuaian dosis dpt dilakukan sebesar 25 iu/kg BB 3 x/minggu sampai efek yang diinginkan diperoleh. fase pemeliharaan 17-33 iu/kg BB 3 x/minggu. Dosis maksimum: 200 iu/kg BB 3 x/minggu. Pasien kanker yang mendapat kemoterapi (Eprex sebaiknya diberikan secara subkutan) Awal 150 iu/kg BB secara subkutan 3 x/minggu. Jika sesudah 4 mingggu, peningkatan Hb sekurang-kurangnya 1 g/dL, besarnya dosis dipertahankan pada 150 iu/kg BB. Peningkatan Hb <1 g/dl, dosis harus ditingkatkan sampai dengan 300 iu/kg BB 3 x/minggu untuk 4 minggu berikutnya. Hentikan terapi jika peningkatan Hb masih <1 g/dl. Jika sesudah 4 minggu peningkatan Hb =1 g/dl, dosis dipertahankan pada 300 iu/kg BB. Jika Hb > 14 g/dl, hentikan terapi sampai Hb turun menjadi <12 g/dl, lalu Eprex mulai diberikan lagi dengan dosis 25% dibawah dosis sebelumnya. Terapi Eprex dilanjutkan sampai 1 bulan sesudah akhir kemoterapi.


Pemberian Obat:


Kontraindikasi:

Hipertensi tidak terkontrol, Pure Red Cells Aplasia (PRCA), kejang, epilepsi, gagal hati kronik, kanker. Hamil & laktasi.


Perhatian:

Penyakit iskemik vaskuler, riwayat kejang. Perubahan Hb, TD & elektrolit serum. Hiperkalemia. Hiperkalemia. Meningkatnya asupan protein & pembekuan darah. Kegagalan efikasi tiba-tiba terhadap Eprex harus diselidiki.


Efek Samping:

Meningkatkan TD (ketergantungan dosis), trombosis pembuluh darah, gejala seperti flu & menggigil setelah injeksi. Kejang. Reaksi kulit. Jarang: eritroblastopenia pada pasien gagal ginjal kronik.


Interaksi Obat:

Potensiasi dengan zat hematinik.


Kemasan dan Harga:

Pre-filled syringe 2,000 iu/0.5 mL x 6 (Rp1,493,100). 4,000 iu/0.4 mL x 6 (Rp2,946,300). 10,000 iu/mL x 6 (Rp6,747,300).


Kategori Kehamilan:

C ( Lihat Detail )


Golongan Obat:

G- Obat Keras (Diperoleh dengan resep Dokter).


Statistik pencarian EPREX


1. Total pencarian: 267
2. Lokasi pencarian terbanyak untuk eprex: ,,Russian Federation