pelayanan informasi obat

 


IFLAZ



DISCLAIMER: All information is must be confirmed before use. Vmedika.com make no claims of the accuracy of the information contained herein; and these suggested doses are not a substitute for clinical judgement. Neither VMedika.com Gateway nor any other party involved in the preparation or publication of this site shall be liable for any special, consequential, or exemplary damages resulting in whole or part from any user's use of or reliance upon this material.

Produsen:

Kalbe Farma


Indikasi:

Insufisiensi adrenokortial, hiperplasia adrenal kongenital, hiperkalemia yang berhubungan dengan kanker; sebagai terapi tambahan dalam terapi jangka pendek untuk artritis psoriartik, AR, spondilitis ankilosa, bursiitis akut dan subakut, tenosinovitis nonspesifik akut, artritis gout akut, OA dan epikondilitis pasca traumatik; SLE, karditis reumatik akut, dermatomikosis sitemik; pemfigus, dermatitis herpetiformis bulosa, sindrom Stevens-Johnson, dermatitis eksfoliatif, mikosis fungoides, psoriasis, dermatitis seboroik; rinitis alergi musiman atau tahunan, serum sickness, asma bronkial, reaksi hipersensitivitas terhadap obat, dermatitis kontak dan atopik; alergi kornea marjinal, herpes zoster pada mata, konjungtivitis alergi, keratitis, korioretinitis, neoritis optik, iritis, iridosiklitis, sarkoidosis simtomatik, TB paru fulminan atau diseminata; ITP, trombositopenia sekunder pada dewasa, anemia hemolitik, eritroblastopenia, anemia hipoplastik kongenital; sebagai terapi paliatif leukomia dan limfoma pada dewasa, leukomia akut pada anak, menginduksi diuretik atau remisi pruteinuria pada sindrom nefritik; kolitis ulseratif dan enteritis regional; eksaserbasi akut pada sklerosis multiple; meningitis TB.


Komposisi:

Methylprednisolone.


Dosis:

4-48 mg/hr, turunkan dosis secara bertahap sampai dosis efektif terendah. Jika diperlukan dosis besar, dapat ditingkatkan s/d 30 mg/kg BB.


Pemberian Obat:

Berikan segera setelah makan.


Kontraindikasi:

Infeksi jamur sistemik.


Perhatian:

Katarak subkapsuler, galukoma dan infeksi okular sekunder karena jamur dan virus (pada penggunaan lama). Dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan TD, retensi garam dan cairan tubuh, peningkatan ekskresi K dan Ca, penurunan imunitas tubuh terhadap infeksi jamur, bakteri dan virus. Hindari vaksinasi. TB laten atau reaktivitas tuberkolin. Sirosis dan hipotiroidisme (peningkatan efek kortikosteroid). Hamil dan laktasi.


Efek Samping:

Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit tubuh; miopati steroid, kelemahan otot, osteoporosis, nekrosis aseptik, fraktur spina dan patologis; gangguan saluran cerna; gangguan penyembuhan luka, penipisan kulit sensitif, ptekiae, ekimosis, eritema pada wajah, peningkatan berkeringat dan TIK; gangguan metabolisme; pseudotumor serebri, epilepsi; menstruasi tidak teratur, status cushingoid, penekanan aksis pituitari-adrenal, penurunan toleransi karbohidrat, DM laten, peningkatan efek insulin dan obat hipoglikemik oral, retardasi pertumbuhan pada anak; katarak subkapsular posterior, glaukoma, eksoftalmus; mengaktifkan infeksi oportunistik dan laten, reaksi hipersensitivitas, dapat menekan reaksi tes kulit.


Interaksi Obat:

Siklosporin, fenobarbital, fenitoin, rifampisin, karbamazepin, pirimidon, aminoglutetimid, troleandomisin, ketokonazol, salisilat, antikoagulan, pankuronium, obat hipoglikemik (termasuk insulin), antihipertensi, antagonis diuretik, asetazolamid, loop diuretik dan diuretik tiazid, karbenoksolon.


Kemasan dan Harga:

Tab 4 mg x 5 x 10 (Rp70,000). 16 mg x 3 x 10 (Rp135,000).


Kategori Kehamilan:

C ( Lihat Detail )


Golongan Obat:

G- Obat Keras (Diperoleh dengan resep Dokter).


Statistik pencarian IFLAZ


1. Total pencarian: 0
2. Lokasi pencarian terbanyak untuk : ,,