Aplikasi farmasi dan fitur yang wajib ada

aplikasi digital berbasis farmasi

Aplikasi farmasi pada saat ini juga menjadi salah satu aplikasi yang banyak digunakan di era pendemi covid 19. Kebutuhan penggunaan dari aplikasi berbasis farmasi juga terkait dengan penggunaan fitur yang dibutuhkan yang diharapkan akan bisa memudahkan pengguna. Fitur layanan dalam aplikasi digital berbasis farmasi di era covid-19 menjadi peluang bagi anda para developer aplikasi untuk mengembangkan aplikasi farmasi. Penggunaan aplikasi digital di era covid-19 menjadi semakin meningkat baik yang berbasis social media, online shopping, aplikasi kesehatan dan juga aplikasi digital berbasis farmasi.

Perkembangan ini adalah sebuah peluang yang sangat besar bagi para pengembang aplikasi digital untuk semakin berinovasi untuk mengembangkan aplikasi digital dalam membantu mengatasi permasalahan pada era covid-19.

Selain karena adanya aturan PSBB dan juga masih ada kekhawatiran dari masyarakat untuk mendatangi fasilitas kesehatan, pemerintah juga mendukung pengembangan dan penggunaan aplikasi digital dalam pelayanan. Khusus untuk bidang kesehatan, telah diterbitkan Peraturan Kementrian Kesehatan Nomor 20 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Implementasi kebijakan tersebut salah satunya adalah membutuhkan adanya sebuah sistem berbasis teknologi informasi. Aplikasi digital berbasis farmasi juga dapat menjadi bagian dalam telemedicine sehingga peluang akan adanya kebutuhan di bidang farmasi sangatlah tinggi.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Michael J. Davies dan kawan kawan didapatkan bahwa sebanyak 55 % responden setuju bahwa penggunaan aplikasi berbasis mobile berpotensi untuk memfasilitasi penyediaan layanan yang efektif untuk farmasi. Meskipun begitu responded juga menyarankan agar penggunakan mobile phone jangan sampai mengganggu proses layanan kerfaramasian.

aplikasi-digital-berbasis-farmasi

Dalam pengembangan sebuah aplikasi digital maka sangat penting untuk memahami fitur layanan apa saja yang perlu dikembangan terutama di era covid-19. Dalam membuat sebuah fitur maka anda sebagai developer harus menentukan terlebih dahulu siapa target pengguna dari aplikasi digital yang akan anda buat. Hal ini penting karena akan sangat berpengaruh terhadap fitur layanan yang akan dikembangkan.

Khusus untuk pembahasan kali ini, target pengguna dari aplikasi digital adalah masyarakat dan praktisi farmasi yaitu apoteker. Fitur-fitur untuk masing-masing target pengguna sudah pasti akan berbeda karena mereka memiliki kebutuhan yang berbeda pula.

Dalam artikel kali ini, kami akan mencoba memberikan beberapa fitur dalam aplikasi digital berbasis farmasi dengan target pengguna masyarakat dan praktisi farmasi yang dapat menjadi panduan anda sebagai pengembangan dalam mengembangkan aplikasi digital berbasis farmasi.

Fitur farmasi yang perlu dikembangkan untuk masyarakat

Berikut ini adalah fitur layanan yang dapat anda kembangkan dalam pembangunan sebuah aplikasi digital berbasis farmasi untuk masyarakat.

Fitur pembelian obat dengan resep online

Untuk aplikasi yang penggunanya adalah masyarakat, maka fitur untuk pembelian obat secara online menjadi hal yang menurut kami perlu tersedia. Di era saat ini dimana kegiatan atau aktifitas lebih disarankan untuk di rumah saja, adanya fitur pembelian obat secara online akan sangat memudahkan masyarakat untuk bisa melakukan pembelian obat. Sebagai contoh, Halodoc memiliki fitur pembelian obat secara online pada fitur beli obat.

Hal yang perlu diperhatikan untuk fitur layanan ini adalah saat menangani pembelian obat golongan keras, maka haris disediakan fitur untuk menangani resep obat karena untuk pembelian obat golongan keras memerlukan resep dokter. Oleh karena itu untuk fitur ini perlu integrasi antara kamera dennen apliksi digital yang dibangun.

Fitur rekam konsumsi obat

Meskipun mungkin tidak banyak pengguna yang membaca akan tetapi fitur untuk mengakses rekam atau histori konsumsi obat adalah fitur yang juga cukup penting disediakan. Rekam konsumsi obat secara online akan membantu masyarakat yang menggunakan aplikasi untuk mengetahui obat-obat apa saja yang pernah dikonsumsi.

Data rekam konsumsi obat juga data digunakan oleh dokter untuk sebagai dasar dalam memberikan layanan konsultasi kesehatan dengan melihat rekam konsumsi obat secara online sehingga bisa digunakan dan dilihat dimana saja.

Fitur reminder konsumsi obat

Fitur yang juga perlu dikembangankan adalah fitur untuk reminder atau pengingat untuk konsumsi obat. Fitur ini sangat dibutuhkan bagi pengguna dengan penyakit yang membutuhkan untuk mengkonsumsi obat secara rutin dan tidak boleh terlambat. Adanya fitur reminder obat ini maka setiap pengguna akan diingatkan secara sistem pada saat waktunya meng-konsumsi obat. Fitur ini dapat digunakan oleh apoteker untuk memantau kepatuhan dalam mengkonsumsi obat.

Fitur pencarian dan informasi obat

Walaupun sudah ada mesin pencarian seperti Google, fitur pencarian dan informasi obat masih merupakan fitur yang perlu tersedia di aplikasi digital berbasis farmasi. Keberadaan fitur ini akan memudahkan pengguna karena akan terintegrasi dengan fitur lainnya. Misalnya dengan menggunakan fitur pencarian dan informasi obat setelah mendapatkan obat yang dicari, pengguna dapat langsung memesan untuk pembelian obat atau menanyakan kepada apoteker mengenai obat tersebut menggunakan fitur yang lain dalam aplikasi digital yang sama.

Fitur konsultasi chat online

Fitur yang merupakan fitur yang mungkin paling trend di aplikasi digital berbasis farmasi pada saat ini adalah fitur konsultasi online. Di era cover-19 saat ini banyak yang membutuhkan media konsultasi tanpa harus bertatap muka secara langsung. Penggunaan teknologi chat untuk layanan konsultasi sangat efektif sehingga intergrasi fitur konsultasi dengan chat dalam pengembangan aplikasi digital berbasis farmasi sangat perlu dilakukan.

Pertanyaannya adalah apa bedanya dengan layanan chat seperti WhatsApp misalnya? perbedaannya adalah jika menggunakan WhatsApp biasanya harus menggunakan atau mengetahui nomor telepon dimana hal ini sudah tentu perlu mengetahui atau meminta nomor telepon dari pihak yang ingin dihubungi.

Pada aplikasi digital farmasi, semuanya sudah terdata di database sehingga pada saat menggunakan aplikasi akan langsung terkoneksi dan terhubung dengan apoteker tanpa perlu mengetahui nomor telepon dari apoteker yang ingin dihubungi.

Fitur lokasi apotek dan apoteker

Fitur yang juga menjadi kebutuhan yang sebaiknya tersedia adalah fitur untuk lokasi pencarian apotek terdekat dan juga apoteker terdekat. Adanya fitur ini akan membantu pengguna untuk mengetahui dimana lokasi apotek terdekat untuk membeli obat. Selain itu juga untuk mengetahui lokasi terdekat dari apoteker untuk melakukan konsultasi obat secara langsung.

Fitur aplikasi farmasi yang perlu dikembangkan untuk praktisi farmasi

Secara umum fitur dalam layanan untuk praktisi farmasi hampir serupa dengan fitur untuk masyarakat. Perbedaannya adalah mungkin dari segi detail teknis informasi terutama dari informasi obat. Berikut ini adalah fitur layanan yang dapat anda kembangkan dalam pembangunan sebuah aplikasi digital berbasis farmasi untuk praktisi farmasi.

Fitur pencarian dan informasi obat

Fitur pencarian dan informasi obat untuk praktisi farmasi merupakan fitur yang penting tersedia. Fitur ini digunakan oleh praktisi farmasi seperti apoteker sebagai panduan informasi obat untuk melakukan konsultasi obat kepada pasien. Informasi obat yang penting untuk praktisi farmasi adalah interaksi obat yang tidak semua aplikasi digital berbasis farmasi memiliki fitur ini.

Fitur rekam konsumsi obat pasien

Fitur ini mungkin sangat jarang ditemukan akan tetapi sangat penting bagi praktisi farmasi seperti apoteker. Adanya fitur data rekam konsumsi obat pasien akan membantu apoteker dalam memberikan konsultasi obat kepada pasien. Selain itu fitur ini juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat.

Hambatannya adalah bisa jadi data rekam konsumsi obat pasien tidak ada karena pasien belum pernah atau malah tidak menggunakan aplikasi digital berbasis farmasi yang sama dengan yang digunakan oleh apoteker. Kunci dari fitur ini adalah data yang tersimpan di dalam database sehingga syaratnya adalah pasien harus menggunakan aplikasi digital berbasis farmasi yang sama.

Fitur check list dalam konsultasi obat

Dalam melakukan konsultasi obat, praktisi farmasi seperti apoteker membutuhkan check list sebagai panduan apa saja yang harus dilakukan atau apa saja yang harus ditanyakan kepada pasien pada saat konsultasi. Check list dapat dibangun dengan template yang sudah disediakan dan tinggal digunakan atau dapat juga sebuah check list yang bisa dikustomisasi. Fitur ini akan sangat membantu apoteker dalam melakukan konsultasi kepada pasien.

Fitur laporan dan infographic

Fitur yang juga penting tersedia adalah fitur laporan yang tersedia dalam bentuk resume yang dapat di ekspor ke dalam bentuk pdf, HTML serta tersedia bentuk visualiasi infographic. Tampilan infographic bisa dalam bentuk diagram bar, pie, line dan yang lainnya tergantung dari kebutuhan.

Demikian beberapa fitur dalam aplikasi farmasi yang dapat dikembangkan baik untuk masyarakat maupun untuk praktisi farmasi. Fitur ini mungkin belum mencakup hal-hal yang dibutuhkan atau bahkan ada yang menurut anda kurang tepat. Semuanya dikembalikan kepada anda sebagai pengembang dan semoga apa yang kami coba sampaikan bermanfaat untuk anda semua.

2 thoughts on “Aplikasi farmasi dan fitur yang wajib ada”

  1. Pingback: Aplikasi digital berbasis kesehatan rekomendasi tahun 2020 - Virtual Medika

  2. Pingback: Teknologi kesehatan yang akan berkembang di era digital - Virtual Medika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *