Teknologi kesehatan yang akan berkembang di era digital

teknologi kesehatan di era digital

Teknologi kesehatan di era digital pada saat ini semakin menunjukan perkembangan yang sangat meningkat seiring dengan teknologi yang lain seperti teknologi digital farmasi, keamanan digital dan yang lainnya. Hal ini juga didorong dengan adanya perubahan budaya kerja yang saat ini dari manual menjadi digital menjadi faktor yang mendukung semakin berkembangnya teknologi, salah satunya adalah teknologi kesehatan.

Perkembangan teknologi kesehatan semakin berkembang karena adanya tuntutan layanan kesehatan yang lebih baik, lebih cepat, lebih efisien dan juga diharapkan menjadi lebih murah. Selain itu penggunaan teknologi juga diharapkan bisa menggantikan beberapa tugas dari tenaga kesehatan agar bisa membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan lebih tepat.

Banyak sekali teknologi kesehatan yang pada saat ini semakin berkembang bahkan dengan menggunakan keilmuan diluar ilme kesehatan. Berikut ini akan kami coba sampaikan 4 (empat) teknologi yang menurut kami akan semakin berkembang untuk di implementasikan pada teknologi kesehatan.

Hal yang kami sampaikan ini bisa menjadi peluang bagi anda untuk membuat aplikasi atau mengembangkan bisnis jasa dengan menggunakan teknologi ini.

Teknologi kesehatan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)

Teknologi yang menurut kami akan berkembang dalam teknologi kesehatan adalah penggunaan Artificial Intelligence atau yang biasa dikenal dengan istilah AI. Dalam bahasa indonesia juga biasa dikenal dengan istilah kecerdasan buatan. Berdasarkan pengertian di wikipedia, Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.

Tujuan utama dari teknologi kecerdasan buatan yang berhubungan dengan kesehatan adalah untuk menganalisis hubungan antara teknik pencegahan atau pengobatan pada pasien. Implementasi kecerdasan buatan telah dikembangkan dan diterapkan pada praktik-praktik seperti proses diagnosis, pengembangan protokol pengobatan, pengembangan obat, pengobatan khusus, serta pemantauan dan perawatan pasien.

teknologi-kesehatan-kecerdasan-buatan-di-radiologi
(image source from DiagnosticImaging.com)

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh The Lancet Digital Health ditemukan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan telah menjadi lebih akurat dalam mengidentifikasi diagnosis penyakit dan telah menjadi sumber informasi diagnostik yang lebih layak.

Dalam tulisan lain disampaikan 32 pemanfatan kecerdasan buatan di layanan kesehatan yang dilakukan di beberapa layanan kesehatan. Pada tulisan tersebut di contohkan di Cambridge, Massachusetts telah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengembangkan teknologi pembelajaran mesin untuk membantu ahli patologi dalam membuat diagnosis yang lebih akurat.

Tujuan dari pemanfatan kecerdasan yang dilakukan di layanan kesehatan di Cambridge adalah termasuk mengurangi kesalahan dalam diagnosis kanker dan mengembangkan metode untuk perawatan medis individual.

Meskipun demikian perlu diperhatikan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam diagnosa penyakit adalah bukan untuk menggantikan dokter atau membuat keputusan absolut dalam perawatan pasien. Kecerdasan buatan dalam diagnosa penyakit digunakan untuk mendukung keputusan dan membuat rekomendasi berdasarkan temuan.

Keuntungan lain dari implementasi kecerdasan buatan adalah pada saat ini rumah sakit mencari perangkat lunak menggunakan kecerdasan buatan untuk mendukung inisiatif operasional yang meningkatkan penghematan biaya, meningkatkan kepuasan pasien, dan memenuhi kebutuhan staf dan tenaga kerja mereka.

Menurut pendapat kami teknologi kecerdasan buatan memberikan peluang yang besar dalam pengembangan yang dapat dilakukan sebagai pengembangan aplikasi atau peluang bisnis jasa terkait kecerdasan buatan pada sektor kesehatan, dimana pelaku untuk pengembangan teknologi kesehatan menggunakan kecerdasan buatan masih belum banyak.

Wearables Devices untuk teknologi kesehatan

Teknologi yang juga semakin berkembang dalam kesehatan adalah penggunaan wearables devices yang digunakan sebagai asisten personal untuk memantau aktifitas olahraga dan kondisi kesehatan. Hal-hal yang dipantau dengan menggunakan wearables devices diantaranya adalah memantau dan mencatat aktifitas fitnes, pengecekan kondisi kesehatan, monitor ECG, monitor tekanan darah, monitor detak jantung dan lainnya.

wearables device di teknologi kesehatan
(image source from https://mobisoftinfotech.com)

Teknologi wearables devices mungkin bisa dikatakan teknologi yang paling berkembang dan dirasakan langsung oleh masyarakat dan bahkan mungkin sudah dapat dikatakan sebagai bagian standar kehidupan bagi konsumen. Laporan terbaru dari Research and Markets memperkirakan penjualan global dari wearables devices akan melebihi $ 60 miliar pada tahun 2025.

Salah satu faktor yang menyebabkan teknologi ini cepat diterima oleh masyarakat adalah tersedia secara luas dan memiliki banyak opsi pilihan baik merk, fitur maupun harga.

Adapun beberapa keuntungan dari penggunaan teknologi wearables devices diantaranya yang pertama adalah mendorong layanan kesehatan secara proaktif.

Teknologi ini memiliki potensi untuk pendekatan yang lebih proaktif terhadap perawatan kesehatan karena dapat mendeteksi dan mengetahui permasalahan kesehatan secara dini sebelum mulai menyebabkan masalah dan wearables devices dapat digunakan untuk mengambil tindakan pada tahap awal.

Dengan menggunakan wearables devices untuk memantau kesehatan, terutama bagi orang-orang yang sudah rentan terhadap masalah kesehatan, maka adanya penyimpangan dapat dideteksi sebelum menjadi masalah. Keadaan darurat juga dapat dikenali segera setelah terjadi.

Pendekatan yang lebih proaktif terhadap perawatan kesehatan ini dapat sangat bermanfaat, karena dapat menangkap masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar yang dapat memiliki konsekuensi kesehatan yang berbahaya.

Keuntungan yang kedua adalah keterlibatan personal dalam memantau kondisi kesehatan. Teknologi ini akan membuat setiap orang akan menjadi jauh lebih terlibat dengan kesehatan mereka sendiri. Dengan mendapatkan akses ke data secara real time yang dikumpulkan secara terus-menerus dari perangkat, pengguna akan dapat tetap mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatan mereka.

Teknologi wearables devices membantu pasien merasa seperti mereka mengendalikan kesehatan mereka sendiri dengan membiarkan mereka memantau diri mereka sendiri.

Teknologi wearables devices membuka peluang dalam pengembangan aplikasi yang dapat digunakan pada wearables devices. Banyaknya framework untuk membuat aplikasi juga memudahkan anda sebagai pengembang aplikasi untuk membuatnya.

Sudah tentu anda harus melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui aplikasi apa yang akan anda kembangkan. Menurut pendapat kami teknologi ini membuka peluang yang sangat besar, terutama dalam implementasi dengan kesehatan.

Virtual Reality

Saat anda mendengar tentang Virtual Reality atau biasa disingkat menjadi VR, mungkin yang pertama terlintas di benak anda adalah game. Memang tidak bisa dipungkiri pada awalnya perkembangan dan penggunaan VR didahului melalui game dan video 360.

Akan tetapi teknologi VR pada saat ini juga sudah mulai diterapkan pada berbagai sektor, salah satunya adalah di kesehatan. Teknologi ini tidak hanya diterapkan kepada pasien akan tetapi juga digunakan untuk tenaga kesehatan.

virtual reality pada teknologi kesehatan
(Image source from https://www.instavr.co)

Implementasi penggunaan teknologi VR pada kesehatan diantaranya adalah dalam pelatihan dan pendidikan praktek kesehatan. Teknologi VR memiliki kemampuan untuk memindahkan Anda ke dalam tubuh manusia untuk mengakses dan melihat area yang tidak mungkin dijangkau dengan memberikan simulasi dalam bentuk video VR.

Sebagai contoh misalnya mahasiswa kedokteran yang akan belajar anatomi tubuh manusia, maka dengan teknologi VR mahasiswa kedokteran dapat belajar dengan melihat detail kecil bagian tubuh mana pun dalam rekonstruksi CGI 360 ° yang menyerupai aslinya.

Selain itu teknologi VR juga dapat digunakan membuat skenario pelatihan yang mereplikasi prosedur bedah umum, sehingga mahasiswa kedokteran tidak hanya belajar teori akan tetapi dapat belajar praktek langsung dengan melihat simulasi tindakan pada VR.

Salah satu penyedia yang memberikan layanan VR untuk kesehatan Medical Realities. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan yang memelopori penggunaan VR untuk memberikan pelatihan bedah berkualitas tinggi.

Mereka merekam operasi dalam video 4K dengan pandangan 360 ° dari berbagai sudut yang kemudian dikombinasikan dengan model CGI dari anatomi yang sedang dioperasikan untuk memberikan pengalaman pelatihan yang mendalam dan interaktif.

Tidak hanya untuk pendidikan dan pelatihan untuk tenaga kesehatan, penggunaan VR juga dapat digunakan sebagai pendidikan kepada pasien. Teknologi VR yang memiliki kemampuan untuk melihat bagian dalam tubuh manusia dalam VR tidak hanya berguna bagi dokter, tetapi juga untuk pasien.

VR memungkinkan pasien untuk mengetahui tahapan dari tindakan kesehatan yang akan mereka terima melalui rencana bedah mereka dengan melihat menggunakan VR. Hasilnya adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada pasien tentang pengobatan.

Selanjutnya penggunaan VR juga dapat digunakan dalam terapi mental dan psikologi. Kemampuan unik VR untuk membawa Anda ke tempat lain dapat digunakan untuk membuat simulasi skenario yang kuat di mana kesulitan psikologis terjadi.

Seorang terapis tidak perlu lagi menemani klien dalam perjalanan ke pusat perbelanjaan yang ramai, misalnya, atau naik ke gedung tinggi.

Situasi yang tidak praktis atau tidak mungkin untuk diciptakan kembali juga dapat disimulasikan. Misalnya seperti terbang, atau peristiwa lainnya yang sangat sulit didatangi secara kenyataan tetapi dapat dibuatkan simulasinya menggunakan teknologi VR.

Mungkin masih banyak lagi implementasi teknologi VR dalam kesehatan yang belum kami sebutkan selain dari yang sudah kami jelaskan sebelumnya. Menurut pendapat kami, teknologi VR adalah salah satu teknologi yang masih memiliki potensi yang belum tergali dalam implementasi di dunia kesehatan yang dapat menjadi peluang.

Blockchain

Istilah blockchain mungkin lebih dikenal jika dikaitkan dengan crypto currency seperti Bitcoin yang digunakan sebagai salah satu mata uang dalam transaksi digital. Akan tetapi fungsi keamanan yang diterapkan dalam block chain menyebabkan teknologi ini dapat juga diterapkan di sektor yang lain, salah satunya adalah di kesehatan.

Teknologi blockchain ditemukan pada tahun 2008 oleh Satoshi Nakomoto untuk cryptocurrency Bitcoin, teknologi ini menawarkan sistem yang dapat diverifikasi, permanen, dan tahan serangan untuk merekam data. Blockchain adalah buku besar digital terdesentralisasi dan terdistribusi yang mencatat transaksi dalam rantai blok yang terus berubah yang dihubungkan oleh hash kriptografi.

Berdasarkan jurnal dengan judul Blockchain in HealthCare – A Patient Centered Model disampaikan bahwa Blockchain bersifat permanen karena sekali blok ditambahkan ke rantai (chain), siapa pun yang ingin mengubahnya akan perlu menghitung ulang blok yang diubah dan semua blok berikutnya, yang membutuhkan jumlah daya komputasi yang tidak layak.

Lebih lanjut disampaikan bahwa blockchain aman karena tidak ada struktur terpusat untuk target pengguna jahat, karena data disimpan dalam banyak salinan di berbagai node. Properti ini membuat blockchain ideal dalam pengelolaan data layanan kesehatan.

Implementasi teknologi Blockchain terutama untuk menjaga integritas data dan keamanan digunakan diantaranya adalah pada rekaman data kesehatan elektronik (electronic health record), Pertukaran informasi atau data kesehatan (health information exchanges), Pengumpulan data dari sistem monitoring dan perangkat IoT (Data collected from monitoring systems and IoT devices), Klaim ansuransi kesehatan (Medical insurance claims) dan masih banyak lagi.

Salah satu contoh perusahaan yang mengimplementasikan teknologi Blockchain dalam kesehatan adalah Burstiq. Perusahaann yang berlokasi di Colorado Springs, Colorado ini mengembangkan platform untuk membantu layanan perawatan kesehatan dengan aman dan mengelola sejumlah besar data pasien dengan menggunakan teknologi Blockchain.

Serupa dengan teknologi VR, menurut pendapat kami teknologi Blockchain dalam sektor kesehatan masih membuka peluang yang besar untuk digali dan diimplementasikan, baik dalam pengembangan aplikasi maupun dalam bisnis jasa menggunakan teknologi Blockchain.

Demikian teknologi kesehatan yang akan berkembang di era digital saat ini. Selain teknologi yang sudah kami sampaikan sudah pasti ada teknologi lain yang belum kami sebutkan. Semua teknologi tersebut sangat berpeluang bagi kita semua dalam pengembangan aplikasi atau memberikan layanan jasa.

Semoga apa yang kami sampaika dapat bermanfaat untuk anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *